PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF


PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF, KELEBIHAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF, KEKURANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF, MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF, PEMBELAJARAN KOOPERATIF PRAKTIS DAN EFEKTIF, BELAJAR EFEKTIF DAN KREATIF.

Isjoni (2001: 1) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah “suatu yang dilakukan oleh siswa, bukan dibuat untuk siswa. Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.”


Sedangkan menurut Slavin yang dikuitp oleh Isjoni (2001: 12), Cooperative Learning adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur heterogen. Keberhasilan pembelajaran kooperatif memiliki kelebihan dan kekurangan diantaranya: (Jihad, 2008: 30-31).

KELEBIHAN
Melalui pembelajaran kooperatif siswa tidak sepenuhnya bergantung pada guru.

Pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide/gagasan dengan kata-kata secara verbal dan mendengarkan ide-ide orang lain.

Dapat membantu siswa untuk respek pada orang lain dan menyadari serta menerima segala perbedaan.

Dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahaman sendiri.

Memberikan rangsangan untuk berfikir.

KEKURANGAN
Untuk memahami dan mengerti pembelajaran kooperatif membutuhkan waktu.

Penilaian yang diberikan di dasarkan pada nilai kelompok.

Keberhasilan pembelajaran kooperatif merupakan periode yang cukup panjang.

Dilihat dari tugas penerapan pembelajaran kooperatif yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial.

Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, penerimaan terhadap keragaman. Model Pembelajaran Kooperatif ditujukan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belakang. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial, serta pengembangan ketrampilan sosial yang artinya aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan idea tau pendapat. (Isjoni, 2007).

PENGERTIAN TIPE STUDENT TEAM ACHVIEMENT DIVISION (STAD)

Slavin (1994: 15) mengemukakan bahwa ide dasar STAD adalah agar memotivasi siswa untuk saling bekerja sama dan membantu satu sama lain, baik dalam memahami materi maupun penyelesaian tugas dalam satu kelompok. Tipe ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual, terutama terhadap siswa-siswi yang di dalam kinerja akademiknya lemah atau mainstream. Slavin (1994: 143) mengemukan bahwa STAD terdiri atas lima komponen utama, yaitu:
Presentasi kelas;
Tim;
Kuis;
Skor kemampuan individu;
Rekognisi Tim.

Presentasi kelas atau tahap penyajian materi, guru memulai dengan menyampaikan indikator yang dicapai  dan memotivasi siswa tentang materi yang akan dipelajari. Mengenai teknik penyajian materi dapat dilakukan secara klasikal atau melalui audiovisual.

Tim terdiri atas empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras, dan etnisitas. Fungsi utama dari tim atau kelompok ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, tim atau kelompok mengerjakan tugas dalam bentuk lembar tugas. Tiap anggota tim diharapkan melakukan sesuatu yang terbaik untuk tim atau kelompoknya.

Kuis, setelah guru memberikan presentasi dan/atau  siswa telah melaksanakan praktek tim atau kerja kelompok (diskusi), para siswa akan mengerjakan kuis individual. Para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis. Sehingga tiap siswa bertanggung jawab secara individual untuk memahami atau pencapaian materi.

Skor Kemajuan Individual dihitung berdasarkan skor awal yang diperoleh dari rata-rata kinerja siswa tersebut sebelumnya dalam mengerjakan kuis yang sama atau berdasarkan pada nilai evaluasi semester sebelumnya. Pada skor awal setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan sumbangan skor maksimal bagi kelompoknya berdasarkan skor tes yang diperoleh. Poin kemajuan individual diperoleh dari selisih skor tes dengan tes awal.

Rekognisi Tim, akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Tiga macam tingkatan penghargaan didasarkan pada rata-rata skor tim, yakni Tim Baik, Tim Sangat Baik, Tim Super.

Langkah-langkah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sebagai berikut:

Guru  menyampaikan  materi  pembelajaran  kepada   siswa  sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. Guru dapat menggunakan berbagai pilihan   dalam    menyampaikan   materi    pembelajaran ini  kepada   siswa.  Misal, antara  lain  dengan   metode   penemuan terbimbing atau metode  ceramah.  Langkah ini tidak harus dilakukan dalam satu kali pertemuan, tetapi dapat lebih dari satu.

Guru  memberikan   tes/kuis  kepada   setiap  siswa  secara  individu sehingga akan  diperoleh nilai awal kemampuan siswa.

Guru membentuk beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 anggota, dimana anggota kelompok mempunyai  kemampuan akademik  yang  berbeda-beda  (tinggi, sedang,  dan  rendah).   Jika mungkin, anggota kelompok berasal dari budaya atau suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender.

Guru memberikan  tugas kepada  kelompok berkaitan dengan materi yang telah diberikan, mendiskusikannya secara bersama-sama,  saling membantu antaranggota  lain, serta membahas  jawaban  tugas yang diberikan guru. Tujuan utamanya  adalah memastikan  bahwa  setiap kelompok  dapat  menguasai  konsep dan materi. Bahan tugas untuk kelompok dipersiapkan oleh guru agar   kompetensi dasar yang diharapkan  dapat dicapai.

Guru memberikan  tes/kuis kepada setiap siswa secara individu

Guru memfasilitasi siswa dalam membuat  rangkuman, mengarahkan, dan   memberikan  penegasan  pada  materi pembelajaran yang telah dipelajari.

Guru    memberi    penghargaan    kepada    kelompok    berdasarkan perolehan  nilai peningkatan hasil belajar individual dari nilai awal ke nilai kuis berikutnya.

KERANGKA BERPIKIR
Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu model pembelajaran berkelompok, di mana siswa dituntut aktif dalam kelompok dan menerima keputusan kelompok serta mampu bekerja sama dalam kelompok tanpa memandang status sesama kelompok.

Model pembelajaran kooperatif ini dapat diterapkan pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, karena menghadirkan kerja sama dalam kelompok, merangka daya pikir, meninggalkan ego serta mau menerima pendapat sesama anggota kelompok.  Pembelajaran yang berlangsung juga harus diikuti dengan kerja sama kelompok dan keaktifan anggota kelompok. 

DOWNLOAD JUGA RPP KURIKULUM 2013 DAN SILABUS KURIKULUM 2013
SKI
PKN


Postingan populer dari blog ini

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VIII Lengkap dan Rapi

RPP DAN SILABUS SKI MTs VII LENGKAP SIAP PAKAI

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VII