PENGERTIAN RANAH KOGNITIF, RANAH AFEKTIF, RANAH PSIKOMOTOR DALAM PENDIDIKAN




PENGERTIAN RANAH KOGNITIF, RANAH AFEKTIF, RANAH PSIKOMOTOR DALAM PENDIDIKAN, PENILAIAN KOGNITIF, PENILAIAN AFEKTIF, PENILAIAN PSIKOMOTOR, PENILAIAN NILAI SISWA, RANAH PENILAIAN NILAI SISWA, TIGA RANAH POKOK PENILAIAN NILAI SISWA, TIGA JENIS PENILAIAN NILAI SISWA.

Dalam pembelajaran guru menetapkan tujuan belajar, siswa yang berhasil belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan permbelajaran. Menurut Benjamin S. Bloom dalam Nana (2004: 54) terdapat tiga ranah hasil belajar yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Ketiga ranah tersebut adalah sebagai berikut:
RANAH KOGNITIFRanah kognitif adalah tujuan yang lebih banyak berkenaan dengan perilaku dalam aspek berfikir atau intelektual. Ada enam tingkatan dalam domain kognitif, antara lain :


Pengetahuan atau ingatan yang mengacu pada kemampuan mengenal atau mengingat materi yang sudah dipelajari.

Pemahaman, mencakup kemampuan untuk menangkap makna dari arti bahan (materi) yang dipelajari.
Penerapan atau aplikasi, mencakup kemampuan untuk menarapkan suatu kaidah atau metode bekerja pada suatu kasus atau problem yang konkrit.
Analisis, mencakup kemampuan untuk merinci suatu kesatuan kedalam bagian-bagian, sehingga struktur keseluruhannya atau organisasinya dapat dipahami dengan baik.
Sintesis, mencakup kemampuan untuk membentuk suatu kesatuan atau pola baru. Bagian-bagian dihubungkan satu sama lain sehingga tercipta suatu bentuk baru.
Evaluasi, mengacu pada kemampuan memberikan pertumbuhan/ penilaian terhadap gejala atau peristiwa berdasarkan norma.


RANAH AFEKTIF
Berkenaan dengan watak perilaku seperti keterampilan dan kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman tertentu. Ranah afektif juga berkenaan dengan sikap dan nilai, yaitu tujuan-tujuan yang banyak berkenaan aspek perasaan, nilai, sikap dan minat perilaku siswa. Tipe hasil belajar afektif tampak pada siswa dalam berbagai tingkah laku seperti perhatian siswa, disiplin dan motivasi dalam pembelajaran.

Ada beberapa tingkatan bidang afektif antara lain:

Penerimaan, mencakup kepekaan akan adanya suatu perangsang dan kesediaan memperhatikan rangsangan itu, seperti buku pelajaran atau penjelasan yang diberikan oleh guru.

Pemberian respon yakni reaksi seseorang terhadap stimulasi yang datang pada siswa.

Penghargaan terhadap nilai, mencakup kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu dan membawa diri sesuai dengan penilaian itu.
Pengorganisasian, mencakup untuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan dalam kehidupan.

Karakteristik nilai, yakni keterpaduan dari semua sistem nilai yang telah di nilai seseorang. Pada tingkat ini siswa bukan saja telah mencapai perilaku-perilaku tingkah laku rendah, tetapi telah mengintegrasikan nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan yang konsisten.

RANAH PSIKOMOTOR
Tujuan atau ranah psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan dan kemampuan bertindak seseorang individu, ada tingkatannya antara lain :

Gerak refleks atau meniru (imitation) yaitu mencakup kemampuan untuk meniru perilaku yang dilihatnya. Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar Kemampuan gerakan di bidang fisik. Kemampuan gerakan-gerakan skill. Dengan demikian hakikat hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu kegiatan yang dilakukan siswa dalam mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan untuk menghasilkan perubahan tingkah laku yang berhubungan dengan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Setelah guru selesai menyampaikan materi tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Evaluasi hasil belajar dapat dilakukan menggunakan alat evaluasi yang berupa tes hasil belajar. Untuk mengukur hasil belajar dapat digunakan tes hasil belajar yang menurut jenisnya dapat dibagi dua yaitu tes hasil belajar bentuk uraian dan bentuk obyektif. (Ngalim, 2001).

PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFIsjoni (2001: 1) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah “suatu yang dilakukan oleh siswa, bukan dibuat untuk siswa. Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.”

Sedangkan menurut Slavin yang dikuitp oleh Isjoni (2001: 12), Cooperative Learning adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur heterogen. Keberhasilan pembelajaran kooperatif memiliki kelebihan dan kekurangan diantaranya: (Jihad, 2008: 30-31).

KELEBIHAN
Melalui pembelajaran kooperatif siswa tidak sepenuhnya bergantung pada guru.

Pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide/gagasan dengan kata-kata secara verbal dan mendengarkan ide-ide orang lain.

Dapat membantu siswa untuk respek pada orang lain dan menyadari serta menerima segala perbedaan.

Dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahaman sendiri.

Memberikan rangsangan untuk berfikir.

KEKURANGAN
Untuk memahami dan mengerti pembelajaran kooperatif membutuhkan waktu.
Penilaian yang diberikan di dasarkan pada nilai kelompok.

Keberhasilan pembelajaran kooperatif merupakan periode yang cukup panjang.

Dilihat dari tugas penerapan pembelajaran kooperatif yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial.

Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, penerimaan terhadap keragaman. Model Pembelajaran Kooperatif ditujukan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belakang. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial, serta pengembangan ketrampilan sosial yang artinya aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan idea tau pendapat. (Isjoni, 2007).

DOWNLOAD JUGA RPP KURIKULUM 2013 DAN SILABUS KURIKULUM 2013
FIKIH
QURAN HADITS
SEJARAH
BAHASA INDONESIA
BAHASA INGGRIS
BAHASA ARAB
SKI
FISIKA
KIMIA
BIOLOGI
MATEMATIKA
SOSIOLOGI
GEOGRAFI
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)
EKONOMI
PKN
IPA TERPADU
IPS TERPADU
SENI BUDAYA

Postingan populer dari blog ini

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VIII Lengkap dan Rapi

RPP DAN SILABUS SKI MTs VII LENGKAP SIAP PAKAI

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VII