CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANAK USIA PRA SEKOLAH


CONTOH SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANAK USIA PRA SEKOLAH, CONTOH HASIL PENELITIAN SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, CONTOH PEMBAHASAN SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM,


Cerita merupakan kebutuhan universal manusia, bagi anak-anak, cerita tidak sekedar memberi manfaat secara kognitif saja, tetapi juga membantu pertumbuhan dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, perlu diyakini bahwa bercerita merupakan aktivitas penting dan tidak dapat dipisahkan dari program pendidikan untuk anak-anak. Karena cerita memiliki banyak manfaat bagi kehidupan mereka selanjutnya.
Dalam proses belajar mengajar salah satu faktor yang sangat mendukung keberhasilan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran adalah keterampilan pendidik dalam memilih metode yang tepat dalam menyampaikan materi pelajaran yang akan disampaikan. Pemilihan metode pembelajaran harus disesuaikan perkembangan mental siswa, pendidik harus memberikan pengalaman yang bervariasi dengan memperhatikan minat dan kemamapuan siswa, sehingga proses belajar berjalan dengan efektif dan efisien. Pemilihan metode merupakan keharusan mutlak dilakukan oleh guru agar materi yang disampaikan mudah diterima dan dapat menumbuhkan keaktifan siswa dalam proses belajara mengajar.
Oleh karena itu, metode cerita adalah salah satu faktor yang menunjang keberhasilan dalam proses belajar mengajar di Taman Kanak-Kanak untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dengan adanya metode cerita dapat dijadikan sebagai variasi dalam metode pembelajaran, jadi seorang guru tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran dengan menulis dan membaca saja, yang hal ini akan menimbulkan rasa bosan pada diri siswa. Selain itu metode cerita juga dapat dijadikan sebagai alat yang dapat membangkitkan minat dan semangat siswa untuk belajar, dan dengan adanya metode cerita, materi yang disampaikan akan lebih mudah untuk dipahami oleh siswa sehingga dapat mengembangkan kreativitas dan meningkatkan prestasi belajar siswa.
Guru yang pandai bertutur dalam kegiatan bercerita akan menjadikan perasaan anak larut dalam kehidupan imajinatif dalam cerita itu, siswa akan mengidentifikasi tokoh-tokoh dalam cerita tersebut yang mempunyai sikap-sikap yang baik dan menghindari perbuatan tokoh yang tidak baik. Oleh karena itu, kegiatan bercerita dalam sosial anak dapat digunakan guru untuk menuturkan segala sesuatu yang baik. Melalui bercerita diharapkan siswa akan menyerap pesan-pesan yang disampaikan melalui kegiatan tersebut.
Dalam suasana menyenangkan anak terbebas dari tekanan sehingga mempermudah penerimaan pesan yang disampaikan oleh guru. Kondisi di mana siswa berada dalam suasana yang menyenangkan juga menjadi syarat penting bagi siswa agar dapat berkreasi. Meski anak mempunyai daya imajinasi yang kuat, namun imajinasi tersebut diusahakan terkait dengan kehidupan sehari-hari, bukan khayalan yang tak sadar. Hal ini guru mengaitkan isi cerita pada suatu hal yang pernah dilihat atau dikenal oleh siswa. Keterkaitan ini berupa fenomena yang ada disekitar siswa, kegiatan sehari-hari siswa, atau hal-hal yang berkesan yang pernah dilihat sebelumnya. Di sini guru memanfaatkan kerangka pemikiran yang sudah ada pada siswa, sehingga materi akan lebih mudah diterima. Hal yang ingin dikembangkan oleh guru disini adalah siswa mulai berpikir asosiasi, artinya  berbagai kejadian yang dilihat dan dirasakan sehari-hari bisa saling terkait jika dipikir secara kreatif.
Dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan kreativitas guru mempunyai dampak yang besar tidak hanya pada prestasi pendidikan anak tetapi pada sikap anak pada sekolah dan terhadap para pelajar pada umumnya. Guru dapat membangkitkan dan melumpuhkan kreativitas dan motivasi siswa. Guru juga dapat mempengaruhi anak lebih kuat dari pada orang tua, karena guru mempunyai banyak kesempatan untuk merangsang dan menghambat kreativitas anak dari pada orang tua. Harus diakui bahwa guru tidak dapat mengajarkan kreativitas, tetapi ia dapat memungkinkan kreativitas muncul, memupuknya, dan merangsang pertumbuhannya.
Maka dari itu, cerita merupakan alat komunikasi yang sangat efektif antara guru dan murid. Dengan ini akan tercipta suasana kekeluargaan yang nyaman dan menyenangkan, dan tidak akan membuat siswa merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Karena pada usia kanak-kanak siswa sangat menyukai cerita yang dibawakan oleh guru, dan mereka akan mengikuti cerita itu sampai selesai.
Pengaruh cerita, membaca cerita, dan bercerita yang demikian besar menjadi salah satu alasan bagaimana sebuah cerita yang baik perlu diciptakan, dikembangkan, dan disebarluaskan. Cerita tersebut harus mengembangkan beberapa aspek pada diri anak agar pengaruh negatif dari cerita dapat dihindari, dan agar cerita dapat memberikan peran edukatif dan psikologis secara optimal.
Metode cerita yang telah diterapkan merupakan metode pembelajaran yang paling tepat untuk anak-anak dalam mengembangkan kreativitasnya, yang akan bermanfaat dalam kehidupannya di masa mendatang. Imajinasi anak akan tumbuh dengan baik karenanya. Pertumbuhan imajinasi ini penting sekali untuk membentuk pemikiran positif di kemudian hari.
Berdasarkan kecenderungan sifat-sifat siswa yang sangat menyukai cerita, cerita bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam berbagai aspek yaitu:
Perkembangan akhlak yang baik;
Perkembangan aqidah yang kuat;
Perkerkembangan fisik dan motorik;
Perkembangan sosial;
Perkembangan kognisi, perkembangan ini merupakan proses mental yang mencakup pemahaman, penemuan pengetahuan, pembuatan perbandingan, berpikir dan mengerti;
Perkembangan imajinasi dan ingatan yang kuat.
Ada beberapa media yang digunakan guru dalam menyampaikan cerita untuk menarik perhatian dan minat siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan untuk mencapai tujuan dari pembelajaran serta meningkatkan kreativitas siswa yaitu:
Gambar, gambar dapat membantu guru dalam mencapai tujuan intruksional, karena gambar termasuk media yang mudah dan murah serta besar artinya untuk mempertinggi nilai pengajaran. Karena gambar, pengalaman dan pengertian peserta didik menjadi lebih luas, lebih jelas dan tidak mudah dilupakan, serta lebih konkrit dalam ingatan dan asosiasi peserta didik. Adapun manfaat media gambar dalam proses intruksional adalah penyampaian dan penjelasan mengenai informasi, pesan, ide dan sebagainya dengan tanpa banyak menggunakan bahasa-bahasa verbal, tetapi dapat lebih memberi kesan. Adapun maksud guru menggunakan foto/gambar adalah untuk mengatasi kesulitan mendapatkan/menampilkan benda aslinya di kelas.
Slide dan filmstrip, adalah gambar transparan dalam bentuk positif karya fotografi atau tangan sendiri, dalam ukuran 2x2 inci (atau 5X5) yang diproyeksikan pada layar, untuk keperluan belajar mandiri, belajar kelompok, atau belajar di kelas. Media slide dapat dipergunakan dengan mengoperasikan secara manual, remote kontrol (dari jarak tertentu), atau secara sunc-tape (operasi secara otomatis bersama dengan suara).68 Maksud guru menggunakan media ini adalah menimbulkan dan meningkatkan minat siswa.
Film, adalah salah satu media audio visual. Dibanding dengan media yang lain film mempunyai kelebihan sebagai berikut:
Penerimaan pesan akan memperoleh tanggapan yang lebih jelas dan tidak mudah dilupakan, karena antara melihat dan mendengar dapat dikombinasikan menjadi satu;
Dapat menikmati kejadian dalam waktu yang lama pada suatu proses atau peristiwa tertentu;
Dengan teknik slow-motion dapat mengikuti suatu gerakan atau aktivitas yang berlangsung cepat;
Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu;
Dapat membangun sikap, perbuatan dan membangkitkan emosi dan mengembangkan problema.
Tipe recorder/radio, yaitu media audio yang berkaitan dengan indra pendengaran dan merupakan media audio elektronik yang dapat menangkap suara dan gelombang tertentu, hingga informasi komunikasi dapat terjangkau oleh masyarakat dan mempunyai nilai praktis edukatif, secara formal ataupun non-formal.
Komik, adalah suatu kartun yang mengungkapkan suatu karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat, dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pembaca. Komik adalah suatu bentuk berita bergambar, terdiri atas berbagai situasi cerita bersambung, kadang bersifat humor. Perwatakan lain dari komik adalah harus dikenal agar kekuatan medium bisa dihayati. Dalam rangka mengorbitkan komik sebagai media guru harus menggunakan motivasi potensial dari buku-buku komik, tetapi jangan berhenti sampai disitu saja. Sekali minat telah dibangkitkan, cerita bergambar harus dilengkapi oleh materi bacaan film, gambar atau foto, percobaan serta berbagai kegiatan yang kreatif.
Televisi/video, adalah media yang menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio-visual dengan disertai unsur gerak. Di dalam pelaksanaan metode cerita terdapat berbagai kendala yang dihadapi para guru, mulai dari kondisi yang tidak kondusif sampai pada siswa yang tidak siap mendengarkan cerita yang telah diberikan oleh guru. Hal ini sangat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, guru harus benar-benar mempersiapkan diri sebelum masuk kelas dan memulai ceritanya. Karena dari kesiapan gurulah tujuan dari metode cerita tersebut akan berhasil secara optimal.
Dengan dilaksanakannya metode cerita didalam proses belajar mengajar, siswa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran ini dikarenakan siswa menyukai adanya metode cerita yang diterapkan disekolah. Dan dengan langkah yang telah dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran ini bisa menjadi salah satu hal yang dapat mendukung siswa dalam meningkatkan minat belajarnya.
Dunia anak adalah dunia serba ingin tahu. Anak yang normal dan kreatif selalu menanyakan banyak hal sebagai wujud keingintahuannya. Apabila pertanyaan yang disampaikan selalu mendapat respon, maka anak akan merasa terpenuhi keingintahuannya. Semua itu akan mendorong anak untuk berani dan banyak bertanya dalam usaha mengetahui berbagi macam hal. Sebaliknya apabila kita tidak merespon jawaban anak, kemungkinan anak akan merasa enggan untuk menanyakan pertanyaan karena rasa keingintahuannya tidak terpenuhi.
Dalam hal ini cerita mempu memenuhi keingintahuan tersebut dan mengembangkan kreativitas anak. Karena sebuah cerita mampu menarik anakanak dalam menyukai dan memperhatikan materi pelajaran. Mereka akan merekam semua doktrin, imajinasi, dan peristiwa yang ada dalam cerita. Apabila dengan dasar pemikiran ini, maka cerita merupakan bagian terpenting yang disukai anak-anak.
Kreativitas merupakan kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia, yang memunkinkan menemukan banyak jawaban dari suatu masalah. Di mana penekanannya adalah pada kualitas, ketepatgunaan, dan keragaman jawaban. Salah satu bentuk kreativitas yang dapat peneliti contohkan adalah siswa selalu dituntut untuk selalu berkreasi dengan pengetahuannya disetiap mata pelajaran. Siswa tidak hanya dituntut untuk menjawab pertanyaan dengan tepat dari soal tersebut. Tapi siswa dituntut untuk mampu memunculkan banyak kemungkinan jawaban yang lain. Jadi siswa tidak harus terpatok pada satu jawaban yang benar akan tetapi mereka harus kreatif memunculkan ide dan gagasan baru. Untuk menumbuhkan kreativitas anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
Dibutuhkan kreatif orang tua dan guru, dalam membangun jiwa kreatif anak harus dimulai dari orang tua dan guru;
Menfasilitasi anak dengan alat-alat yang menunjang;
Menghargai kreasi anak dengan baik.
Dengan menggunakan metode cerita banyak hal yang bisa kita dapatkan selain meningkatkan perkembangan kreativitas anak ketika ia mengalami proses belajar yang menyenangkan. Cerita juga menjadi salah satu alternatif untuk menumbuhkan nilai-nilai positif (berakhlakul karimah dan bertutur kata baik), imajinasi yang tinggi, gagasan-gagasan baru, ide, inspirasi dan kreativitas anak sehingga baik untuk pertumbuhan emosinya. Karenanya cerita yang baik adalah cerita yang mampu mengembangkan kreativitas dan mendidik akal budi, imajinasi, etika dan moral, serta bisa memperluas ilmu pengetahuan yang dimiliki bahkan melalui cerita tersebut seorang guru telah mengajari anak tersebut berpikir secara realistis dalam memecahkan berbagai macam masalah dan memungkinkan anak mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya.
Keberhasilan metode cerita yang digunakan bergantung dari kemahiran dan kecakapan para pendidik dalam menyampaikan cerita tersebut. Sebuah cerita akan memberikan hasil yang baik, apabila dalam penyampaiannya baik. Begitu pula sebaliknya, sebuah cerita tidak akan mempunyai makna apa-apa apabila dalam penyampaiannya asal-asalan.
Dari metode cerita yang telah digunakan, siswa mampu mengembangkan kreativitasnya dalam berbagai aspek, misalnya berprilaku baik, mempunyai aqidah yang kuat, menyampaikan ide-idenya, giat dalam beribadah, sopan dalam bertutur kata, bersosial dengan lingkungannya dengan baik, memecahkan masalah dan berkomukasi dengan lingkungan secara baik.
Hal ini menjadi tolak ukur dan evaluasi bagi guru untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan mereka dalam menggunakan metode cerita tersebut. Selain itu cerita yang telah disampaikan oleh guru mampu membantu anak-anak memahami segala wawasan dan pengetahuan yang telah disampaikan. Anak-anak mampu menyerap semua materi pelajaran dengan mudah. Dengan demikian, cerita berperan penting dalam menumbuhkan kreativitas siswa. Jadi, cerita memberikan sumbangsih dan mempunyai andil yang cukup besar dalam membentuk siswa yang kreatif dan generasi yang unggul.
Setiap hari anak-anak Taman Kanak-Kanak selalu dibiasakan melakukan hal-hal yang baik dan Islami. Taman Kanak-Kanak menjalin komunikasi dengan para wali murid agar hal-hal yang sudah di berikan di sekolah ditindaklanjuti atau dibiasakan juga di rumah. Pada usia TK pembiasaan kehidupan beragama memang sangat penting karena masa inilah masa paling penting tepat untuk memberikan pondasi bagi kehidupannya kelak.
Dalam proses belajar mengajar di Taman Kanak-Kanak selalu diperhatikan tingkat minat dan kemanpuan anak didik, seperti ketika menyampaikan materi pelajaran yang berisi bimbingan, nasehat dan pengetahuan agama, guru dapat menyajikan materi pelajaran tersebut dengan menggunakan berbagai metode seperti metode bercerita. Dengan metode bercerita materi pelajaran yang disampaikan akan lebih mudah dipahami dan cepat diserap oleh anak-anak, di mana anak akan antusias dalam mendengarkan cerita apalagi ditambah improvisasi yang menarik dan berbagai intonasi.
Beberapa metode yang dipergunakan di Taman Kanak-Kanak antara lain:
Metode bercerita (ceramah ), yaitu cara bertutur dan menyampaikan cerita atau memberikan penerangan kepada anak didik secara lisan;
Metode bercakap-cakap, yaitu suatu cara bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan anak atau anak dengan guru;
Metode pemberian tugas, yaitu kegiatan belajar mengajar dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas yang telah disediakan oleh guru;
Metode demontrasi, yaitu cara mempertunjukan atau memperagakan suatu obyek atau proses dari suatu kejadian atau peristiwa;
Metode karya wisata, yaitu kunjungan secara langsung ke obyek-obyek yang sesuai dengan bahan-bahan kegiatan pengembangan dan kemanpuan yang sedang dibahas;
Metode bermain peran, yaitu memerankan tokoh-tokoh atau benda-benda di sekitar anak dengan tujuan untuk mengembangkan daya khayal dan penghayatan terhadap bahan pengembangan yang di laksanakan.
Dalam kegiatan belajar mengajar guru dapat menggunakan metode tersebut secara bervariasi yang disesuaiakan dengan situasi dan kondisi. Untuk membantu kegiatan belajar di Taman Kanak-Kanakjuga disediakan alat peraga dan alat bantu laiannya. Di antara alat peraga yang disediakan adalah gunting, lem, kertas, buku mewarnai, pensil, penghapus, pensil warna dan lain sebagainya yang semua itu dipergunakan sesuai dengan fungsinya. Dengan tersedianya alat-alat tersebut anak menjadi senang dalam menjalankan tugasnya dan memudahlkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran.
Para guru di Taman Kanak-Kanak juga menggunakan metode bercerita dalam memberikan pendidikan agama Islam pada anak didiknya. Dalam menyampaikan cerita, guru mengambil sumber dari al-Qur-an dan Hadits, buku-buku cerita bergambar, majalah atau yang berasal dari pengalaman dan pengamatan guru dengan memperhatikan kondisi anak didik. Tujuan ide bercerita itu sendiri berupa nasehat guna memperbaiki sikap anak didik, diharapkan agar anak didik tidak merasa dinasehati dan dilarang oleh guru.
Anak usia pra-sekolah tertarik pada cerita-cerita pendek yang berkisah tentang peristiwa yang sering dialaminya atau dekat dengan kehidupannya sehari-hari. Hal ini sangat membantu perkembangan keagamaannya, karena pada usia pra-sekolah condong untuk meniru. Maka setiap cerita yang disampaikan, didengar, dilihat dan dibaca, oleh anak hendaknya mempunyai mutu dan nilai nilai pedagogis, agar jangan sampai mereka menemukan tauladan tauladan yang tidak baik dalam cerita-cerita tersebut.
Metode cerita memang sangat melatih kemampuan nalar siswa dan membuat mereka peka terhadap isi cerita. Dengan adanya metode cerita ini diharapkan mampu merangsang imajinasi siswa dalam melakukan banyak hal dan berpikir kreatif dalam mengasah kemampuan daya tangkap mereka. Metode cerita sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran, apalagi pendidikan agama Islam.

DOWNLOAD JUGA RPP KURIKULUM 2013 DAN SILABUS KURIKULUM 2013
SKI
PKN


Postingan populer dari blog ini

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VIII Lengkap dan Rapi

RPP DAN SILABUS SKI MTs VII LENGKAP SIAP PAKAI

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VII