CONTOH SKRIPSI PENERAPAN METODE CERAMAH PLUS


CONTOH SKRIPSI PENERAPAN METODE CERAMAH PLUS, KELEBIHAN METODE CERAMAH PLUS, KEKURANGAN METODE CERAMAH PLUS, KEUNGGULAN METODE CERAMAH PLUS, PENGERTIAN METODE CERAMAH PLUS, PENGERTIAN METODE CERAMAH, PENERAPAN METODE CERAMAH DALAM PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Metode dapat diartikan sebagai cara untuk menyampaikan materi pelajaran kepada anak didik yang akhirnya dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam mengunakan metode harus disesuaikan dengan situasi pengajaran. Sebab tidak semua metode dapat digunakan dengan baik. Metode dianggap baik apabila sesuai dengan materi pelajaran. Dalam hal ini Muhammad Athiyah Al-Abrasy sebagaimana dikutip oleh Abdurrahman An-Nahlawai mendefinisikan metode sebagai: “Jalan yang kita ikuti untuk memberi paham kepada murid-murid dalam segala macam pelajaran”[1]. Selanjutnya sebagaimana dikutip oleh Abdurrahman An-Nahlawai menyebutkan: “Metode sebagai cara-cara yang diikuti oleh guru kepada anak didik”[2].
Dari beberapa definisi metode di atas maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu:
Metode adalah cara yang digunakan untuk menjelaskan materi pendidikan kepada anak didik.

Metode yang digunakan adalah metode yang sesuai untuk menyampaikan materi pendidikan terutama dalam kondisi tertentu pula.
Dengan metode yang sesuai diharapkan materi yang disampaikan dapat berkesan bagi anak didik sehingga materi yang diberikan mudah dipahami.
Usaha untuk memberikan pengajaran pada anak bukanlah suatu hal yang mudah. Akan tetapi cara penyampaiannya harus memakai tehnik yang disebut dengan metode, sehingga segala sesuatu yang disampaikan pada anak dapat dimengerti, dihayati dan dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikianlah sekilas tentang pengertian metode.
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.[3] Sedangkan metode ceramah plus merupakan metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah digabungkan dengan metode-metode lainnya.

Dengan kata lain, metode ceramah plus berbeda dengan metode ceramah biasa di mana metode ceramah plus menggunakan metode-metode lainnya sehingga meskipun guru menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa, yang pada umumnya mengkuti secara pasif, mereka tetap bisa mengikuti pembelajaran secara lebih aktif dibandingkan dengan metode ceramah saja.[4]

Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa metode ceramah plus merupakan pengembangan dari metode ceramah yaitu dengan mengabungkan metode ceramah dengan metode lainnya yang dianggap sesuai dengan situasi dalam ruang pembelajaran.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN METODE CERAMAH PLUS
Perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing masing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu berhasil dibawakan oleh guru lain. Setiap metode pelajaran pasti memiliki kelebihan maupun kelemahan, begitu juga dengan metode ceramah plus

Strategi pembelajaran metode ceramah plus ini merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru, dikatakan demikian sebab dalam strategi ini guru memegang peranan yang sangat penting atau dominan. Dengan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori terdapat beberapa keunggulan dan kelemahan di dalam menggunakan strategi ini, yaitu:[5]

1. Keunggulan / kelebihan
Dengan strategi pembelajaran ceramah plus guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, dengan demikian ia dapat mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.

Strategi pembelajaran ceramah plus dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.

Melalui strategi pembelajaran ceramah plus selain siswa dapat mendengar melalui penuturan (kuliah) tentang suatu materi pelajaran juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).

Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam metode ceramah plus ini dilakukan melalui metode ceramah, namun tidak berarti proses penyampaian materi tanpa tujuan pembelajaran. Karena itu sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Hal ini sangat penting untuk dipaham, karena tujuan yang spesifik memungkinkan untuk bisa mengontrol efektivitas penggunaan strategi pembelajaran.

2. Kelemahan / kekurangan
Disamping memiliki keunggulan, strategi pembelajaran ceramah plus ini juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:[6]
Strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik, untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu digunakan strategi yang lain.
Strategi ini tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat, dan bakat, serta perbedaan gaya belajar.
Karena strategi lebih banyak diberikan melalui ceramah, maka akan sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis.
Keberhasilan metode ceramah sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme, motivasi dan berbagai kemampuan seperti kemampuan bertutur (berkomunikasi) dan kemampuan mengelola kelas, tanpa itu sudah pasti proses pembelajaran tidak mungkin berhasil.
Oleh karena itu, gaya komunikasi strategi pembelajaran ceramah plus lebih banyak terjadi satu arah, maka kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa sangat terbatas pula. Di samping itu, komunikasi satu arah bisa mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang diberikan guru.

PRINSIP-PRINSIP PENGGUNAAN METODE CERAMAH PLUS
Prinsip Penggunaan Metode ceramah plus menurut Wina Sanjaya dalam penggunaan metode ceramah plus terdapat prinsip-prinsip pembelajaran yang harus diperhatikan oleh guru antara lain:[7]

Berorientasi pada tujuan
Prinsip komunikasi
Prinsip kesiapan
Prinsip berkelanjutan

MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN YANG DAPAT DIKOMBINASIKAN DENGAN METODE CERAMAH PLUS
Kegiatan belajar mengajar melibatkan beberapa komponen, yaitu peserta didik, guru (pendidik), tujuan pembelajaran, metode mengajar, dan media. Selain itu peranan seorang pendidik/pengajar juga tidak kalah penting, yaitu bagaimana seorang pengajar bisa mengembangkan potensi kegiatan pengajarannya dan potensi siswanya, dalam rangka mentransfer ilmu pengetahuan, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal.

Dalam proses belajar mengajar, tentulah harus menggunakan berbagai metode yang sesuai dengan kondisi yang ada, agar tercipta suatu lingkungan belajar (class orcestra) yang efektif dan efisien, yang membuat si peserta didik menjadi fun, dan senang melakukannya.

Dari sekian banyak metode pembelajaran, metode ceramah plus adalah metode yang paling umum dipakai oleh para pengajar, baik ditingkat Sekolah Dasar, hingga Perguruan Tinggi sekalipun. Bagaimana metode ceramah itu dapat dilakukan dengan efektif dan efisien, segala kelebihan, termasuk kekurangannya.

Secara umum terdapat tiga macam metode ceramah plus, yaitu:[8]

METODE CERAMAH PLUS TANYA JAWAB DAN TUGAS (CPTT). Seperti yang sudah disinggung dalam uraian sebelumnya, metode ceramah ternyata baru akan membuahkan hasil pembelajaran siswa yang memuaskan apabila didukung dengan metode lain di samping alat-alat peraga yang sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, perlu adanya gagasan penganekaragaman metode ceramah plus, antara lain dengan metode tanya jawab dan tugas. Dari segi namanya saja metode tersebut jelas merupakan kombinasi antara metode ceramah, metode tanya jawab, dan pemberian tugas. Implementasi (cara melaksanakan) metode plus ini idealnya dilakukan secara tertib, yaitu:

Penyampaian uraian materi oleh guru.
Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dengan siswa.
Pemberian tugas kepada para siswa.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan bagi guru untuk memulai penggunaan metode CPTT tersebut dengan tanya jawab. Dalam hal ini, kegiatan tanya jawab tersebut dapat berstatus pretest dalam lingkup apersepsi. Mengenai bagaimana sebaiknya guru menyampaikan pertanyaan kepada siswa dapat disesuaikan dengan kondisi kelas. Untuk memantapkan penguasaan siswa terhadap materi yang telah diajarkan guru, maka pada tahap terakhir pengajaran, para siswa seyogyanya diberi tugas baik bersifat individual maupun kelompok, tergantung kebutuhan.

Pada hakikatnya metode tanya jawab berusaha menanyakan apakah murid telah mengetahui fakta-fakta tertentu yang sudah diajarkan. Dalam hal lain juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat-tingkat proses pemikiran murid. Melalui metode tanya-jawab guru ingin mencari jawaban yang tepat dan faktual.

Dalam penggunaan metode mengajar ini di dalam kelas, tidak hanya guru saja yang senantiasa berbicara, melainkan juga menlibatkan pertanyaan-pertanyaan dan penyumbang ide-ide dari pihak siswa. Namun sebelumnya guru menanyakan kepada siswa, apakah siswa-siswa tersebut sudah mengerti dengan materi yang telah diajarkan. Kemudian guru memberikan soal untuk diselesaikan.

Guru memberikan tugas kepada siswa untuk agar siswa bisa memahami lebih lanjut terhadap materi yang telah disampaikan dan melatih siswa untuk bisa menyelesaikan soal-soal lainnya.

METODE CERAMAH PLUS DISKUSI DAN TUGAS (CPDT).
Berbeda dengan aplikasi metode ceramah plus yang pertama, metode CPDT ini hanya dapat dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasinya. Maksudnya, pertama-tama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas. Penyelenggaraan uraian/ceramah dalam konteks metode ceramah plus ini dimaksudkan untuk memberikan informasi atau penjelasan mengenai pokok bahasan topik atau agenda masalah yang akan didiskusikan. Kemudian siswa melaksanakan diskusi. Setelah selesai diskusi, para siswa diberi tugas-tugas yang antara lain berupa tugas yang harus diselesaikan pada saat itu juga, dan tugas lanjutan yang bisa dikerjakan di rumah.

Penguraian materi di sampaikan dengan komunikatif, se-efisien mungkin, dan se-efektif mungkin. Sehingga para peserta didik dapat memahami isi dari materi yang diberikan. Dan jika penyampaian materi tersebut berhasil, maka para peserta didik akan terbuka mindsetnya mengenai materi tersebut, dan kemungkinan besar mereka mendapatkan inspirasi dari keterbukaan mindsetnya itu sehingga timbul pertanyaan-pertanyaan dalam benak mereka yang membuat suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjadi aktif meskipun pada umumnya (seperti yang telah diulas pada CPTT sebelumnya), dalam metode ini membuat para peserta didik menjadi pasif, pada awalnya namun akan aktif pada proses selanjutnya. Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu :

1. Guru menguraikan materi pelajaran.
2. Kemudian mengadakan diskusi.
3. Dan akhirnya pemberian tugas.

Muhibbin Syah mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation). [9]
Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :

Mendorong siswa berpikir kritis.
Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memecahkan masalah bersama.
Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama.

Guru memberikan tugas kepada siswa agar siswa memahami lebih lanjut materi yang telah disampaikan dan melatih siswa untuk bisa menyelesaikan soal.

METODE CERAMAH PLUS DEMONSTRASI DAN LATIHAN (CPDL).
Metode CPDL ini sangat berguna bagi PBM bidang studi atau materi pelajaran yang berorientasi pada keterampilan jasmani (kecakapan ranah psikomotorik) siswa. Walaupun demikian, sebelum siswa mempelajari/melatih kecakapan ini, terlebih dahulu mereka perlu mempelajari/melatih kecakapan mereka yang berupa pemahaman mengenai konsep, proses, dan kiat melakukan keterampilan tersebut. Oleh karena itu, aplikasi metode ceramah plus demonstrasi dan latihan ini, kurang lebih sama dengan aplikasi metode CPDT, yaitu harus dilakukan secara tertib sesuai dengan urutannya. Namun jika diperlukan, guru dapat memberi ceramah singkat berupa penjelasan tambahan seusai latihan. Tahap terakhir aplikasi metode CPDL, adalah penyelenggaraan latihan yang berulang (drill), yakni latihan keterampilan yang sebelumnya telah didemonstrasikan. Latihan dalam hal ini dianggap sangat penting, karena menurut hukum latihan (law of exercise) semakin sering sebuah perilaku dilatih atau digunakan maka akan semakin mantap eksistensi perilaku tersebut.

DOWNLOAD JUGA RPP KURIKULUM 2013 DAN SILABUS KURIKULUM 2013
SKI
PKN

Postingan populer dari blog ini

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VIII Lengkap dan Rapi

RPP DAN SILABUS SKI MTs VII LENGKAP SIAP PAKAI

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VII