PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN NILAI-NILAI AQIDAH OLEH SISWA SMA DAn MA


PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN NILAI-NILAI AQIDAH OLEH SISWA SMA, MA, PENGAMALAN AQIDAH OLEH SISWA MAN, CONTOH PEMBAHASAN SKRIPSI STAI, CONTOH PEMBAHASAN SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, CONTOH HASIL PENELITIAN SKRIPSI STAI, CONTOH PEMBAHASAN SKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Selama proses belajar mengajar di MAN, pemahaman tentang aqidah yang ditanamkan pada siswa mendapatkan respon yang positif. Guru memberikan pemahaman bahwa pentingnya aqidah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu siswa akan lebih mengenal Allah SWT. sebagai pencipta dan yang memberi segala rezeki.

Pelaksanaan pendidikan agama diikuti oleh seluruh siswa, bukan karena keharusan mencukupi kurikulum semata namun karena siswa memerlukan pemahaman tentang aqidah. Pemahaman yang diberikan oleh guru kemudian menjadikan siswa lebih bisa menerapkan perilaku baik dalam kesehariannya. Dengan demikian, guru telah membimbing siswa menjadi pribadi yang patuh akan perintah agama dan berakhlak mulia.

Pada dasarnya setiap siswa berbeda, dari perbedaan tersebut muncul kenakalan yang kerap membuat guru harus melakukan tindakan tertentu. Apabila diketahui ada siswa yang melanggar tata tertib atau norma-norma agama, maka tindakan yang diambil para guru MAN adalah berusaha membenahinya dengan mengambil tindakan seperti: meningkatkan kedisiplinan siswa, yaitu yang pertama memberi peringatan, kalau sudah diperingatkan pelanggaran tetap dilakukan oleh siswa maka orang tuanya dipanggil ke sekolah untuk mendapatkan pengarahan berkenaan dengan kondisi anaknya. Tapi jika surat panggilan pertama orang tuanya tidak datang, maka disusulkan surat panggilan kedua, jika tetap tidak datang siswa tidak diperkenankan sekolah selama 3 hari dan masuk diantar oleh orang tuanya. Jika tidak diantar oleh orang tua siswa dikembalikan ke orang tuanya. Jika dengan cara seperti ini masih tetap saja melanggar, dan siswa yang bersangktan tidak bisa merubah tingkah lakunya, maka sekolah tidak akan meluluskan siswa tersebut (tidak naik kelas). Apabila tindakan ini tidak juga berhasil, maka sekolah terpaksa mengambil tindakan terakhir, mengeluarkan siswa tersebut dari sekolah.

Pemahaman agama yang diberikan oleh guru akan sangat berkaitan dengan akhlak siswa. Pemahaman yang baik akan membuat siswa menjadi lebih baik dan berakhlak mulia. Dalam arti tidak melakukan pelanggaran karena mereka mengerti pelanggaran akan membuat diri mereka dalam keadaan merugi.

Pemahaman aqidah yang telah diberikan/diajarkan oleh guru Aqidah Akhlak, selanjutnya diharapkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap siswa. Dengan adanya pemahaman tersebut, siswa akan dapat membedakan baik buruk segala sesuatu yang dikerjakan, tidak bertentangan dengan ajaran yang sudah digariskan dan tidak beralih kepada pamahaman lain yang belum tentu benar yang mereka dapatkan diluar lingkungan sekolah.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pembinaan aqidah/akhlak siswa, diantaranya adalah dari pribadi siswa itu sendiri, guru sebagai pendidik, dan juga faktor lingkungan, termasuk didalamnya lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Selain faktor-faktor tersebut ada beberapa hambatan dalam pembinaan aqidah/akhlak siswa yaitu, adanya latar belakang sebagian siswa yang tidak mendukung perkembangan dan pertumbuhan aqidah/akhlak anaknya, sehingga menyebabkan kurangnya perhatian orang tua siswa terhadap pendidikan aqidah/akhlak anaknya. Selain masalah tersebut ada hal lain yang ditimbulkan adalah kurang adanya kesadaran orang tua/wali untuk menanyakan keadaan anaknya di sekolah. Orang tua siswa hanya mau datang jika ada panggilan dari sekolah. Hambatan lain yang paling berat yang dirasakan sekolah adalah banyaknya kejadian di masyarakat yang terkadang berlawanan dengan norma-norma agama dan pendidikan di sekolah.

Peran guru Aqidah Akhlak dalam pembinaan aqidah/akhlak siswa, sangatlah besar sekali. Guru sebagai pengajar di sekolah harus bisa mendidik siswa-siswanya dengan baik, karena guru adalah orang tua yang kedua bagi siswa. Tingkah laku seorang guru akan ditiru oleh siswanya, sikap/tingkah laku guru harus selalu baik, karena merupakan teladan bagi siswa-siswinya. Pemahaman yang diberikan oleh guru akan menjadi cermin bagi siswa dalam sehari-hari.

Dalam mengajar, guru senantiasa memberikan pemahaman yang benar kepada siswa. Pemahaman yang diberikan guru akan diamalkan oleh siswa dan juga akan diajarkan kepada orang lain suatu saat nanti. Baik ketika berada di lingkungan yang berbeda dengan sekarang maupun setelah menikah dan mempunyai keturunan. Untuk mengetahui pengamalan siswa terhadap nilai-nilai agama yang sudah diajarkan guru dapat dilihat dari tabel-tabel pengolahan data di bawah ini.

Berdasarkan hipotesis yang telah diajukan, perlu adanya pembuktian atas kebenarannya. Untuk itu akan dibuktikan kebenaran dari hipotesis yang diuji dengan analisis pengolahan data baik data wawancara maupun dari jawaban angket.

Dilihat dari hasil pengolahan data, pemahaman siswa akan pelajaran Aqidah Akhlak, yaitu aqidah akhlak sudah sangat meningkat. Siswa memahami dengan benar setiap penyampaian guru Aqidah Akhlak. Hampir setiap pertanyaan pemahaman yang diberikan dalam angket secara keseluruhan mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan kata lain, siswa sudah paham akan pembelajaran Aqidah Akhlak yang berlangsung selama ini.

Pembuktian hipotesis dapat dibuktikan dari hasil analisis data pada tabel 4.4 mengenai tanggapan siswa dalam mengikuti pelajaran Aqidah Akhlak dapat diketahui bahwa dari 34 siswa, 32 siswa (94,12%) menyatakan senang sekali mengikuti pelajaran Aqidah Akhlak, 2 siswa (5,54%). Selanjutnya pendapat siswa tentang Aqidah Akhlak dibandingkan pelajaran lain yang terdapat pada tabel 4.5, dari 34 siswa, 32 siswa (94,12%) menyatakan sangat penting mempelajari pelajaran PAI, 2 siswa (5,54%) cukup senang mengikuti pelajaran Aqidah Akhlak.

Untuk mengetahui apakah siswa bisa terbimbing dengan mengikuti pelajaran Aqidah Akhlak yang terdapat pada tabel 4.9 dari 34 siswa, 30 siswa (88,24%) menyatakan merasa terbimbing dengan pembelajaran Aqidah Akhlak yang diberikan oleh guru Aqidah Akhlak, 4 siswa (11,76%) menyatakan merasa sedikit terbimbing. Untuk mengetahui sikap siswa ketika guru menerangkan materi pelajaran seperti pada tabel 4.10 dari 34 siswa, 25 siswa (73,53%) menyatakan memperhatikan setiap kali guru menerangkan pelajaran dengan baik, 9 siswa (26,47%) menyatakan kadang-kadang memperhatikan dan kadang-kadang tidak sama sekali.

Berdasarkan pengolahan data tersebut dapat dilihat adanya pemahaman siswa terhadap pembelajaran Aqidah Akhlak yang berlangsung. Dengan demikian hipotesis pertama yang diajukan diterima.

Selanjutnya untuk mengukur tingkat pengamalan siswa, dapat diperhatikan dari hasil pengolahan data yang telah diuji. Pada tabel 4.11 mengenai pendapat siswa tentang pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak di MAN dari 34 responden, 28 siswa (82,35%) menyatakan pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak di MAN sangat baik, 6 siswa (17,65%) mengganggap pembelajaran Aqidah Akhlak di MAN cukup baik. Untuk mengetahui sikap siswa setelah mengikuti pelajaran Aqidah Akhlak, siswa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari yang terdapat pada tabel 4.12 dari 34 siswa, 15 siswa (44,12%) menyatakan mereka mengamalkan semua pembelajaran yang diajarkan guru Aqidah Akhlak, sedangkan 19 siswa (55,88%) menyatakan mengamalkan sebagian pelajaran Aqidah Akhlak.

Selanjutnya pada tabel 4.13 mengenai tindakan guru Aqidah Akhlak apabila siswa tidak melakukan ajaran agama Islam dengan baik, 32 siswa (94,12%) menyatakan guru memberikan contoh yang baik dengan perkataan/perbuatan setiap hari, 2 siswa (5,88%) menyatakan guru memberikan nasehat atau bimbingan yang baik. Pada tabel 4.14 mengenai pelaksanaan shalat lima waktu, dari 34 siswa, 23 siswa (67,65%) menyatakan sudah mengerjakan shalat lima waktu dengan lengkap, 11 siswa (32,35%) menyatakan sudah mengerjakan shalat lima waktu tapi belum lengkap.

Pada tabel 4.15 mengenai sikap siswa dalam mengikuti kegiatan agama, dari 34 siswa, 26 siswa (76,47%) menyatakan selalu mengikuti kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh sekolah, 8 siswa (23,53%) menyatakan kadang-kadang. Pada tabel 4.16 mengenai siswa peroleh dengan mengikuti kegiatan keagamaan, dari 34 siswa , 33 siswa (97,06%) menyatakan agama merupakan pegangan yang mendasar untuk menjalani hidup, 1 siswa (2,94%) menyatakan agama merupakan kekuatan jiwa dalam menghadapi kenyataan hidup.

Pada tabel 4.17 mengenai sikap siswa ketika bertemu guru atau teman, 27 siswa (79,41%) menyatakan mereka akan menyapa dan mengucapkan salam, 7 siswa (20,59%) menyatakan diam saja ketika bertemu dengan guru atau teman. Pada tabel 4.18 mengenai sikap siswa kepada guru selalu menghargai/ menghormatinya, 30 siswa (88,24%) menyatakan mereka selalu menghargai dan menghormati guru, 4 siswa (11,76%) menyatakan kadang-kadang.

Hasil pengolahan data pada tabel 4.19 mengenai alasan siswa jika harus selalu menghargai/ menghormati guru, 10 siswa (29,41%) menyatakan mereka mematuhi tata tertib, 24 siswa (70,59%) menyatakan atas dasar saling menghormati. Pada tabel 4.20 mengenai sikap siswa apabila dihukum karena melakukan pelanggaran, 1 siswa (2,94%) menyatakan tidak terima jika guru memberikan hukuman, 33 siswa (97,06%) menyatakan menerima dengan ikhlas.

Selanjutnya pada tabel 4.21 mengenai sikap siswa terhadap orang tua di rumah, dari 34 siswa (100,00%) menghormati orang tua mereka. Pada tabel 4.22 mengenai siswa selalu mengerjakan yang disuruh orang tua, 33 siswa (97,06%) menyatakan kadang-kadang mengerjakan yang disuruh orang tua, 1 siswa (2,94%) menyatakan tidak mengerjakan karena malas.

Berdasarkan hasil pengolahan data tentang pengamalan siswa terhadap pembelajaran Aqidah Akhlak yang diberikan oleh guru, memperlihatkan bahwa secara keseluruhan siswa mengamalkan dengan benar. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis kedua dapat diterima.

DOWNLOAD JUGA RPP KURIKULUM 2013 DAN SILABUS KURIKULUM 2013
FIKIH
QURAN HADITS
SEJARAH
BAHASA INDONESIA
BAHASA INGGRIS
BAHASA ARAB
SKI
FISIKA
KIMIA
BIOLOGI
MATEMATIKA SOSIOLOGI
GEOGRAFI
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)
EKONOMI
PKN
IPA TERPADU
IPS TERPADU
SENI BUDAYA

Postingan populer dari blog ini

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VIII Lengkap dan Rapi

RPP DAN SILABUS SKI MTs VII LENGKAP SIAP PAKAI

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VII