TEORI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LENGKAP, BENAR TERPERCAYA DARI SUMBER DAN PARA AHLI BAGIAN II


TEORI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LENGKAP, BENAR TERPERCAYA DARI SUMBER DAN PARA AHLI

2.4 PembelajaranKooperatifTipeJigsaw

JigsawtelahdikembangkandandiujicobaolehElliotArosondan teman-teman dari Universitas   Texas, kemudian diadopsi  oleh  Slavin dan teman-teman  dari UniversitasJohnHopkins(Trianto,2003:56).Adapun 'langkah-langkahdalam pembelajaranJigsawdiuraikansebagaiberikut.
1).Siswadibagiatasbeberapakelompok(tiapkelompokanggotanya5-6orang).

2).Tiap anggotadalamkelompokdiberikanmateriyangberbeda.

3).Tiap   anggota  kelompok   mempelajari   materi   yang  ditugaskan,   serta bertanggungjawabdalampenguasaanmateritersebut.
4).Anggotadaritimyangberbeda  yangtelah mempelajari bagianmateriyang samabertemudalamkelompokbaru(kelompokahli)untukmendiskusikansubmateribagianmereka.
5). Setelah selesai  diskusi sebagai timahli,tiapanggota kembali kekelompok asal danbergantianmengajartemansatu kelompoktentangsubmateriyangmereka kuasaimasing-masing.
6).Tiap timahlimempresentasikanhasildiskusi.

7).Gurumemberievaluasi.

8).Penutup (Johardkk,2006:43).

Adapun gambarandariproses pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe

Jigsawdisajikanpadabaganberikut.

2.5 PengertianBelajardanKesulitanBelajarSiswa

Belajaradalahkegiatanyangdi alamiolehanakdidiksecaraindividualuntuk mendapatkantingkah laku  baru danmerupakan suatukegiatanmental yangtidak dapat dianatifdari luar.Menurut Morgan (dalam Johar,  2006:18), "Belajar dapat didefinisikan sebagai setiap perubahan tingkah lakuyangrelatif  tetap dan  terjadi sebagai  hasillatihanataupengalaman". Siswabelajarkarenaberinteraksi  dengan lingkungandalamrangkamengubahtingkahlaku.Melalui prosesbelajarsiswaakan memilikipengetahuan,keterampilan,sikapataunilai-nilaitertentu.
Djamarah   (2002:12)   merumuskan   bahwa  "Belajar   sebagai  proses  dimana tingkah lakuditimbulkan  atau diubah melalui  latihan  atau pengalaman".    Sementara itu, Slameto(2005:13)   merumuskan  pengertian  tentang belajar, menurutnya  "Belajar adalah   suatu  proses   usaha   yang  dilakukan   individu   untuk   memperoleh    suatu perubahan   tingkah  laku yang  baru secara  keseluruhan,sebagai  hasil  pengalaman individu  itu sendiri  dalam  interaksi  dengan  lingkungannya".    Belajar  sebagai  suatu proses yang berlangsung  secara terus-menerus   dan tidak mempunyai  titik akhir dan belajar itumempunyai  tujuan yangharus dicapai. Belajar merupakan  salah satuusaha untuk merubah tingkah laku atauperubahan  sikap individu ketingkat yang lebih baik darisebelumnya.
Belajarmerupakanprosesseseoranguntuk memperoleh berbagaikecakapan, keterampilan   dan sikap. Setelah terjadinyaproses   pembelajaran   diharapkan  adanya perubahan   dalam  tingkah  laku sebagai  hasil  dari   belajar.  Dalam  hal iniSudjana (1995:5) mengemukakan  bahwa:
Belajar   adalah suatuproses yang ditandai dengan  adanya perubahan  pada diri seseorang. Perubahan  sebagai hasil dari  proses belajar dapat ditunjukkan  dalam berbagai bentuk spasi berubah pengetahuan,  penahanan, ·sikap dan  tingkah laku, keterampilan,  kecakapan, kebiasaan,   serta  perubahan  aspek-aspek  lainyang ada padaindividu yangbelajar.

Dengan  demikian  proses  belajar  mengajar    yang  terjadi  di kelas  merupakan kegiatan interaksi   antara dua unsur manusia,  yakni siswa sebagai pihak yang belajar dan guru  sebagai  pihak  yang   mengajar,  dengan  siswa  sebagai  subjek  pokoknya. Tercapainya  hasil belajaryang baik adalah harapan  setiap guru,tetapihalinitidakSelamanya terealisir,karenamasihadasiswayangmengalamikesulitanbelajar.
Kesulitan belajar merupakan gabungan dari dua kata, yaitu kesulitan dan belajar.Menurut Poerwadarmita(1984:937) arti "Kesulitan adalah kesusahan dan
kesukaran,   sedangkan    belajar  adalah  berusaha  memperoleh   kepandaian."   Tingkat kesulitan yangdialami setiap siswatidaklah samaantara  siswa yangsatudengan siswa yang  lain.  Perbedaan   siswa  inilah  menyebabkan   perbedaan    tingkah  laku  belajar dikalangan  anak didik.   Menurut  Ahmadi  dan supriono(1991:74)  "Yang  dimaksud dengan  kesulitan  belajar  adalah  dalam  keadaan  dimana  siswa tidak   dapat  belajar sebagaimana  mestinya".
Definisi kesulitanbelajar pertama dikemukakan  olehTheUnitedStatesOffice

OfEducation(USOE)padatahun1977 yangdikenaldenganPublikLowyanghampir identikdengandefinisiyangdikemukakanolehTheNational AdvisoryCommitteeon HandicappedChildrenpadatahun  1967(definisilainyangdipakaisecararesmidi AmerikaSerikat).  De:finisitersebutsepertiyangdikutipolehHallahan,Kauffman,dan Lioyd(dalamAbdurrahman1996:6)sepertiberikut:
Kesulitanbelajarkhususnyaadalahsuatugangguan dalamsatuataulebihdari proses  psikologisdasar yangmencakup pemahamandanpenggunaan bahasa ajaran atau tulisan. Gangguan tersebutmungkin  menampakkan diri dalam bentuk  kesulitan  mendengar,  berpikirberbicara,   menulis,  mengeja  atau berhitung.Batasantersebut  mecakupkondisi-kondisi  sepertigangguan perseptual,Iukapadaotakdisleksiadanafasiaperkembangan.Batasantersebut tidakmencakupanak-anakyang memiliki problemabelajaryangpenyebab utamanyaberasaldariadanyahambatandalampenglihatan,pendengaran  atau motorik, hambatankarenatunagrahita,karenagangguanemosionalataukarena kemiskinan,lingkungan,budayaatauekonomi.

Jadipengertiankesulitanbelajaradalahsuatu gangguan yangdisebabkanoleh adanya gangguan fungsi neurologis atau dikaitkan  pada dugaan adanya kelainan fungsi neurologis. Dalam mempelajariaqidah akhlak siswa mempunyai   dasar kesulitankhusus.SehubungandenganituSoejono(1998:4)mengemukakan:
l).Kesulitan dalammenggunakan konsep,  yaitu:(a)siswalupanama singkat/ namatekniksuatuobjek,(b)ketidakmampuanuntukmengingatsatuataulebih syaratcukupdansebagainya.
2).Kesulitan     belajar   dalam   menggunakan    prmsip,  yaitu:   (a)  siswa ·  tidak mempunyai          konsep  yang  dapat  digunakan   untuk  mengembangkan    prinsip scbagai butir pengetahuan  baru, (b)  siswa tidak menggunakan  prinsip karena kurangkejelasan tentang prinsip tersebut dansebagainya.
3).Kesulitan  memecahkan   soal berbentukverbal,  yaitu:  (a) tidak mengerti  apa
yang  dibaca,   akibat    kurangnya   pengetahuan    siswa  tentang   konsep   atau beberapa istilah yang tidak diketahui,  (b) tidak mampu   menetapkan  variabel untukmenyusun persamaan dansebagainya.

Beberapa kekeliruan  umum yang sering membuat  siswa mengalami   kesulitam belajar   menurut  Lerner   (dalam   Abdurrahman,     1999:262)   adalah   "Kekurangan pemahaman tcntang simbol, nilaitempat, penggunaan  proses yangkeliru, perhitungan dan  tulisan yang tidak terbaca."  Oleh karenaitu, agar dapat membantu  siswa yang mengalami  kcsulitan  belajar   aqidah  akhlak,  guru perlu  mengenal  kesalahan  umum yang  dilakukan   oleh  anak  dalam  menyelesaikan   tugas-tugas   belajarnya   terutamadalam bidangstudi aqidah akhlak,

TEORI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LENGKAP, BENAR TERPERCAYA DARI SUMBER DAN PARA AHLI

Postingan populer dari blog ini

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VIII Lengkap dan Rapi

RPP DAN SILABUS SKI MTs VII LENGKAP SIAP PAKAI

RPP Akidah Akhlak MTs Kurikulum 2013 Kelas VII